pariwisata kota surabaya

Dinas Perikanan & Kelautan Jatim akan Sebar 100 Ribu Benih Ikan Kerapu

  Dibaca : 390 kali
Dinas Perikanan & Kelautan Jatim akan Sebar 100 Ribu Benih Ikan Kerapu
space ads post kiri

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perikanan dan Kelautan tahun ini akan menebar sekitar 100 ribu benih ikan kerapu di perairan Pantura, Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo dan Pasuruan.

Kegiatan penebaran benih kerapu itu menggunakan sistim underwater restocking atau tebar benih langsung ke dasar laut untuk meminimalkan tingkat kematian ikan yang ditebar.

Bibit kerapu berukuran 7-9 senti meter itu didatangkan dari Situbondo sebagai salah satu pembenihan terbesar kerapu di Jawa Timur, maupun dari Gondol Bali yang menjadi lokasi pembenihan berbagai jenis ikan dan pusat riset perikanan nasional.

Selain jumlah, Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim konsisten dengan kualitas ikan yang ditebar sehingga didatangkan dari pusat pembenihan yang mempunyai akreditasi benih ikan nasional.

Menurut Kabid Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim, Gunawan Saleh, restocking ikan di Pantura Jawa Timur itu salah satu upaya mengatasi over fishing di Pantura khususnya di Selat Madura.

Sebab menurutnya, lima tahun terakhir ini populasi ikan di Selat Madura, laut Jawa dan Selat Bali turun drastic, sehingga nelayan terapaksa mencari ikan hingga ke Madura Kepulauan hingga selat Makassar, bahkan ada yang menyeberang hingga ke laut Arafuru.

Program restocking ikan ini akan dilakukan bersama-sama dengan kelompok nelayan daerah setempat dan sejalan dengan program pengadaan rumah ikan yang setiap tahun rutin dilakukan.

Sedangkan ikan yang akan ditebar jenis ikan kerapu macan yang daya dan potensi hidupnya tinggi dan harga jualnya mahal.

Agar tidak dimangsa predator, benih ikan ini akan langsung dibawa penyelam ke dasar laut dan ditebar di dalam rumah ikan (fish apartement). Dengan cara ini diharapkan restocking ikan akan 80 persen berhasil dan bermanfaat untuk nelayan.

Seperti diketahui dalam lima tahun terakhir, perairan Selat Madura mengalami eksploitasi hasil laut secara berlebihan atau overfishing.

Indikasi ini terlihat dari menurunnya produksi perikanan di Jawa Timur sekitar delapan persen hingga 12 persen sejak tahun 2010.

Menurut Gunawan Saleh, jumlah armada kapal penangkap ikan berukuran besar di Jawa Timur mencapai 52.000 unit, sebagian besar beroperasi di pantura yang melibatkan sekitar 290 ribu nelayan.

Karena jumlahnya terlampau banyak, maka harus ada pengaturan jumlah nelayan dan armada kapal serta memperbanyak restocking.

Menurut Gunawan Saleh, agar tak terjadi overfishing, setiap kabupaten/kota di Jawa Timur harus tegas membatasi jumlah nelayan dan armada kapal yang beroperasi. Langkah ini dilakukan dengan menerapkan perizinan resmi setiap kali nelayan akan melaut.

Overfishing menyebabkan jumlah hasil tangkapan nelayan menyusut, ukuran ikan kecil. Akibatnya, nelayan seringkali nekat melaut hingga wilayah perairan daerah lain. (kip/*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional