pariwisata kota surabaya

Murid SMP Digilir 2 Kenalan BBM

  Dibaca : 483 kali
Murid SMP Digilir 2 Kenalan BBM
KOMPAK: 2 remaja diamankan polisi (nhs)
space ads post kiri

Pencabulan yang berawal dari perkenalan di media sosial kembali terjadi. Kejadian ini menimpa pada salah satu siswi SMP di Surabaya.

Gara-gara kenal melalui media sosial dan Blackberry Messenger (BBM), korban disetubuhi secara bergantian oleh dua lelaki yang statusnya juga masih pelajar di Jl Patimura Surabaya, Minggu (13/3).

Tindakan bejat kedua tersangka ini dipergoki satpam pada pukul 13.00 WIB dan mereka selanjutnya dibawa ke Polrestabes Surabaya. 

Kejadian tragis ini bermula saat dua tersangka, yakni ARP (15) warga Tembok Dukuh Surabaya dan IES (17), warga Jl Ikan Kerapu Surabaya, kenal dengan korban DN (14) melalui media sosial. Perkenalan kemudian berlanjut pada pertemuan di sebuah warung kopi di kawasan Girilaya. 

Setelah ngopi di warung, kemudian dua tersangka membawa DN untuk jalan-jalan ke kawasan Darmo Permai dengan berboncengan bertiga.

Tergoda dengan busana DN yang hanya mengenakan pakaian seksi, mereka kemudian mengajak DN untuk berhubungan intim di semak-semak di Jl Patimura Surabaya.

Di depan petugas, ARP yang masih pelajar kelas 2 SMP mengaku yang berinisiatif lebih dulu menyetubuhi korban. Di saat ARP beraksi, IES yang merupakan pelajar kelas 3 SMK bertugas mengawasi keadaan dari sepeda motor.

“Saya yang mulai duluan, temen saya mengawasi di atas motor. Setelah saya selesai, kemudian giliran temen saya,” ujar ARP.

ARP juga mengaku, korban DN yang masih duduk di SMP kelas 2 tidak merasa terpaksa saat diajak berhubungan badan.

Menurut ARP, korban DN sudah pernah berhubungan intim sebelumnya. “Ini saya lakukan pertama kali. Tapi dia (DN,red) katanya sering melakukan,” kata tersangka.

Sementara, Kompol Lily Djafar Kasubaghumas Polrestabes Surabaya mengatakan, dua tersangka tidak ditahan karena pertimbangan masih berstatus pelajar aktif dan anak di bawah umur. Namun, proses hukum tetap berjalan.

“Kedua tersangka dijerat pasal 81 dan 82 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 60 juta,” kata Lily. (nhs)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional