pariwisata kota surabaya

Belasan Warga Papua Lapor ke Polres Tanjung Perak

  Dibaca : 95 kali
Belasan Warga Papua Lapor ke Polres Tanjung Perak
space ads post kiri

* Buntut Penipuan Modus Seminar

Polres Tanjung Perak Surabaya dibuat kaget dengan kedatangan 15 orang asal Sorong, Papua.  Mereka langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk melaporkan pasangan Amat dan Yesi yang diduga domisili di kawasan Kenjeran.

Seorang pelapor, Supriyadi menuding Amat beserta istrinya, Yesi telah menipu mereka. Dia yakin korban penipuan lebih dari 15 orang.

Informasi yang diterimanya, beberapa korban lain juga berencana datang ke Surabaya. “Hanya alamatnya yang belum pasti. Ada info lain dia domisili di Tambak Rejo,” kata Supriyadi.

Supriyadi menceritakan,  dirinya dan 15 orang ini bertemu dengan Amat dan Yesi di Sorong.
Pasangan suami-istri (pasutri) ini menjanjikan bisa menyertakan 15 korban dalam seminar di sebuah sekolah di Tangerang.

Seminar ini untuk mengalihkan ijazah jurusan perikanan menjadi jurusan pelayaran, atau sebaliknya. Makanya seluruh peserta ini adalah lulusan SMK jurusan perikanan atau jurusan pelayaran.

Peserta yang tertarik ikut seminar diminta membayar antara Rp 20-30 juta. Menurutnya, sebagaian peserta terpaksa mencari utang atau menjual sawah agar bisa ikut seminar yang dimulai pada 4 Maret 2016.

Sebagaian peserta membayar uang seminar secara tunai. Sedangkan sebagaian lainnya membayar uang seminar via transfer ke rekening Amat.

Menjelang pelaksaan seminar, Amat mengirim SMS kepada seluruh calon peserta seminar. Dalam pesan singkat itu, calon peserta diminta datang ke Tangerang pada H-1 sebelum pelaksaan seminar. Tapi tidak disebutkan mereka harus berangkat bersama atau langsung bertemu di Tangerang.

Awalnya mereka mengira Amat menunggu calon peserta di bandara di Sorong. Ternyata Amat maupun istrinya tidak memperlihatkan diri. 15 peserta itu tetap berangkat tanpa Amat dan Yesi karena khawatir ketinggalan seminar.

“Kami langsung datang ke lokasi seminar untuk mencari informasi. Tapi Amat tidak ada di lokasi,” tambahnya.

Supriyadi langsung menghubungi ponsel Amat. Amat minta calon peserta menghubungi seseorang bernama Agus. Dari Agus inilah calon peserta tahu bila menjadi korban penipuan.

Sebab, 15 nama yang sudah datang ke Tangerang itu tidak tercantum dalam daftar peserta seminar. Sejak saat itu pula mereka tidak bisa menghubungi Amat.

Kasatreskrim Polres Tanjung Perak, AKP Adrian Satrio Utomo mengaku telah menerima laporan korban. Tapi dalam laporan itu korban tidak menyertakan bukti transfer atau bukti pembayaran. Pihaknya minta korban melampiri laporan dengan bukti pembayaran.

“Informasinya, pelaku juga melakukan penipuan di Surabaya. Tapi kami dalami keterangan dari saksi-saksi,” kata Adrian. (and)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional