pariwisata kota surabaya

Kejar Target Pajak dari Sektor Restauran

  Dibaca : 160 kali
Kejar Target Pajak dari Sektor Restauran
space ads post kiri

Di tahun 2016 ini, secara total target pemasukan pajak sebesar Rp 2,8 triliun atau naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 2,6 triliun atau naik Rp 200 miliar.

Untuk itu Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya berupaya meningkatkan target pendapatan dari sektor restauran.

Kepala DPPK Kota Surabaya, Yusron Sumartono mengutarakan, pemasukan pajak itu berasal dari sembilan sektor sumber penerimaan seperti.

Diantaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Restoran, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Pajak Air Bawah Tanah, Pajak Hotel, Pajak Reklame, Pajak Hiburan dan Pajak Parkir.

“Kepatuhan warga bayar pajak cukup bagus, terutama untuk PBB dan BPHTB. Tapi ada yang masih kurang seperti Pajak Hotel,” urai Yusron.

Bersamaan dengan pertumbuhan restauran dan tempat makanan di Kota Surabaya di tahun 2016 terus meningkat, DPPK Kota Surabaya berupaya meningkatkan target pendapatan dari sektor restauran.

Sepanjang tahun 2015 lalu, pajak dari sektor restauran mencapai Rp 260 miliar dan tahun 2016 ini mentargetkan pendapatan pajak dari restauran sebesar Rp 287 miliar.

Target itu dirasa cukup masuk akal, mengingat jumlah usaha di bidang restauran dan kuliner di Kota Surabaya terus bertambah.

Saat ini, jumlah restoran yang beroperasi di Surabaya dan sudah masuk sebagai wajib pajak sebanyak 1.712. Jumlah tersebut naik cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Untuk memaksimalkan potensi pajak dari restoran ini, pihaknya juga menerjunkan tim khusus. Tim ini akan memantau dan mengawasi di lapangan terkait keberadaan restoran-restoran yagn baru berdiri. Jika ada bangunan restoran baru, maka akan langsung didatangi dan dimasukkan dalam wajib pajak. 

“Tapi mungkin masih banyak data-data restoran yang belum masuk ke kami. Sehingga potensi pajak dari sektor ini kurang begitu maksimal. Maklum karena tenaga kami yang di lapangan masih sangat terbatas,” pungkas Yusron. (hyo)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional