pariwisata kota surabaya

Pedagang Pasar Turi Datangi Risma

  Dibaca : 142 kali
Pedagang Pasar Turi Datangi Risma
Pedagang saat melakukan aksinya
space ads post kiri

* Minta Penghentian Rencana Grand Opening

Menjelang grand opening Pasar Turi Baru, ratusan pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Gerakan Pedagang Pasar Turi Korban Kebakaran (GPPSKK) mendatangi Balai Kota Surabaya, Rabu (16/3).

Kedatangan mereka ke Balai Kota Surabaya memohon agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghentikan rencana grand opening yang rencananya dilaksanakan Jumat 18 Maret besok.

Kedatangan peserta demo damai yang bertepatan dengan sembilan tahun kebakaran Pasar Turi di balai kota sempat dihadang polisi dan tidak diperkenankan masuk halaman kantor wali kota.

Akhirnya perwakilan pendemo menerobos barikade polisi untuk mencari keberadaan Wali Kota Surabaya. Debat kusir tak dapat dihindarkan lagi antara perwakilan pendemo dengan polisi dan Linmas.

Pedagang yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Risma, terus mendesak ingin masuk ke lantai dua Balai Kota. Mereka ingin memastikan Risma benar-benar tidak ada di tempat. Ketua Kelompok Pedagang (Kompag) Pasar Turi Syukur yakin Risma ada di ruangannya, hanya saja tidak mau menerima pedagang.

Akhinrya Kepala Bakesbanglinmas Sumarno turun untuk menemui pedagang. Rasa kecewa yang mendalam dirasakan pendemo yang tidak dapat bertemu langsung dengan wali kota. Kehadiran Sumarno tidak cukup meredakan emosi pedagang. Bahkan beberapa perwakilan pedagang semakin tidak terkontrol.

Kuasa hukum pedagang Pasar Turi, I Wayan Titip Sulaksana menjelaskan, kedatangan pedagang ingin meminta Tri Rismaharini menghentikan rencana grand opening Pasar Turi Baru pada 18 Maret mendatang. Pasalnya, pasar semi modern dengan lantai sembilan itu tidak mengantongi izin.

“Mau dibuka gimana, semua perizinannya tidak ada. Mulai dari IMB (izin mendirikan bangunan), izin operasional, izin gangguan, amdal dan izin-izin lainnya tidak ada,” tuturnya.

Menurut Wayan, hal mendesak yang harus dilakukan Pemkot Surabaya sekarang ini adalah segera putuskan perjanjian Build, Operate and Transfer (BOT) antara Pemkot dan PT Gala Bumi Perkasa. Karena, mulai dari proses lelang sampai pembangunannya, penuh masalah.

Sementara Kiemas A Chalim Ketua Tim Pemulihan Pasca Kebakaran (TPPK) Pasar Turi memaparkan, ada tiga tuntutan pedagang Pasar Turi.

Pertama pemkot meninjau ulang semua kelengkapan bangunan Pasar Turi, sudah benar atau tidak. Kedua, mengambil alih pengelolaan Pasar Turi agar pedagang punya kepastian. Ketiga, percepatan pasar turi sebagai tempat usaha para pedagang lama.

“Pedagang Pasar Turi ingin menagih janji Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang katanya berkomitmen membantu pedagang,” kata Kiemas. (hyo)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional