pariwisata kota surabaya

La Nyalla Mataliti Dicekal, Massa Ormas Geruduk Kejati

  Dibaca : 531 kali
La Nyalla Mataliti Dicekal, Massa Ormas Geruduk Kejati
Massa ormas di kejati
space ads post kiri

Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) La Nyalla Mataliti ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam perkara korupsi dana hibah tahun 2012. Selanjutnya, penyidik bakal melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Umum PSSI tersebut. Tak hanya itu, korps Adhyaksa yang berkantor di Jalan Ahmad Yani, Surabaya itu juga telah mencekal La Nyalla.

Sementara Romy Arizyanto, Kasipenkum Kejati Jatim mengatakan, atas penetapan tersangka itu penyidik telah melakukan pencekalan terhadap La Nyalla. “Kami sudah lakukan pencekalan sejak dikeluarkannya surat status tersangka,” ujarnya, Kamis (17/3).

Pencekalan dilakukan penyidik Kejati Jatim agar La Nyalla tidak bepergian ke luar negeri. Selain itu, pencekalan dilakukan agar sewaktu-waktu penyidik memerlukan keterangan La Nyalla, maka tidak sulit dilayangkan surat pemanggilan. Apalagi penyidik saat ini sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap La Nyalla sebagai tersangka pada Senin (21/3/2016) mendatang.

Sementara, ratusan petugas kepolisian dari Brimob Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya tampak bersiaga penuh di depan kantor Kejati Jatim. Bahkan sejumlah mobil rantis dan water cannon juga tampak disiagakan. Hal itu dilakukan polisi untuk mengantisipasi adanya kabar protes dan unjuk rasa dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) menuntut dicabutnya penetapan tersangka terhadap La Nyalla.

Seperti diberitakan sebelumnya, La Nyalla ditetapkan tersangka setelah penyidik Kejati Jatim mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (sprindik) No.Print.256/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 10 Maret 2016. Pengusutan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintahan Provnsi (Pemprov) Jatim ke Kadin Jatim menguap pada 2015 lalu. Saat itu, penyidik Kejati Jatim berhasil mengendus adanya penyimpangan dana hibah yang digunakan untuk pembelian IPO Bank Jatim atas nama La Nyalla.(nhs)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional