pariwisata kota surabaya

Matikan Usaha Minimarket dengan BUMRW

  Dibaca : 122 kali
Matikan Usaha Minimarket dengan BUMRW
space ads post kiri

Upaya mematikan usaha minimarket yang saat ini telah merambah ke seluruh pelosok wilayah, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyiapkan konsep pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat bawah, yakni RT dan RW.

Konsepnya memang bisa dibilang sederhana, karena berbuah dari pemikiran yang juga sangat sederhana yakni berbasis pelayanan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako).

Whisnu Sakti Buana yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya menjelaskan, sebenarnya konsep ekonomi kerakyatan dari kemampuannya di bidang wira usaha, yakni dari rakyat kembali ke rakyat.

“Konsep ini memberikan manfaat yang sangat besar bahkan akan menjadi cikal bakal kekuatan ekonomi masyarakatnya,” jelasnya.

Dalam risetnya, ia menghitung jumlah PKL di salah satu RW di Surabaya yang jumlahnya sekitar 60 unit, lantas data berapa kebutuhan gulanya dalam setiap hari.

Ternyata, dalam setiap harinya masing masing PKL ini membeli kebutuhan bahan pokok jenis gula sampai 10 kg, maka satu hari dibutuhkan 6 kwintal, dan sebulan mencapai 1,8 ton, sementara yang diuntungkan adalah warung dan toko milik perseorangan di depannya.

Jika dalam setahun maka jumlahnya akan sangat besar, dan itu hanya untuk PKL dalam lingkup satu RW saja.

Dari sini mulai terinspirasi untuk membuat sebuah usaha bersama (masyarakat) bernama Badan Usaha Milik RW atau BUMRW. Dengan harapan keuntungan hasil transaksi kebutuhan sembako ini bisa kembali dinikmati oleh masyarakat.

Dengan memutus mata rantai distribusinya, yakni menghubungkan usaha milik masyarakat ini langsung dengan produsennya, dengan demikian bisa mendapatkan harga pabrik yang kemudian dijual kepada masyarakat sekitarnya sendiri dengan harga terjangkau.

Masih menurut Whisnu, hasil usaha bersama di tingkat RW ini, sekaligus bisa memberikan lapangan pekerjaan baru bagi mereka yang terlibat menjadi operator dalam badan usaha milik RW ini dengan jumlah yang cukup, minimal UMR.

“Coba hitung saja, berapa keuntungan yang didapat jika harga salah satu sembako mengambil keuntungan seribu rupiah perkilonya, dikalikan berapa KK, dikalikan sebulan, tentu akan sangat besar,” tambahnya.

Whisnu Sakti Buana

Whisnu Sakti Buana

Whisnu juga mengajukan Raperda inisiatip dengan tajuk Badan Usaha Milik RW (BUMRW), sudah masuk dalam agenda Badan Legeslatif (banleg) DPRD Surabaya. Whisnu juga meyakini jika usaha milik masyarakat di tingkat RW yang dibentuknya bisa berjalan sebagaimana mestinya. (hyo)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional