pariwisata kota surabaya

2 Perusak Rumdin Kajati Dibekuk

  Dibaca : 59 kali
2 Perusak Rumdin Kajati Dibekuk
2 tersangka pengrusakan (han)
space ads post kiri

Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan dua orang oknum anggota organisasi kepemudaan, yakni Erwanto, warga Jl Tambak Langon dan Samsul Anang warga Jl Tambak Osowilangon, sebagai tersangka kasus perusakan Rumah Dinas (Rumdin) Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Jl Jimerto 16, Surabaya, Sabtu (19/3).

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, menunjukkan sebagian Barang Bukti (BB) yang disita dari tangan pelaku. Diantara adalah kayu, bendera, kaos organisasi kepemudaan dan poster.

Selain BB tersebut, petugas juga menyita rekaman CCTV yang sempat merekam perusakan rumah dinas di Jalan Jimerto 16 tersebut. Dalam rekaman itu terlihat seorang menggoyangkan pagar rumah dinas.

Pria yang mengenakan seragam itu juga sempat naik ke pagar rumah dinas. Penangkapan dua orang ini berdasar laporan Hariyandi Purnomo.

Pegawai Kejati Jatim yang menjaga rumah dinas ini melaporkan kejadian tersebut setelah massa meninggalkan rumah dinas.

Petugas langsung datang ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapat laporan dari korban.

Menurut Takdir, pihaknya memeriksa 10 saksi sebelum menetapkan dua orang itu sebagai tersangka. 10 saksi diminta datang ke Mapolrestabes Surabaya setelah unjuk rasa di kantor Kejati Jatim.

Erwanto dan Samsul Anang termasuk saksi yang diminta datang ke Mapolrestabes. “Dua orang itu ditetapkan sebagai tersangka pada hari ini. Keduanya juga ditahan,” kata Takdir.

Takdir mengakui, sebenarnya rumah dinas Kajati Jatim bukan termasuk sasaran dalam demonstrasi hari ketiga sejak La Nyalla Mattaliti menjadi tersangka.

Sasaran utama demonstran yang berjumlah sekitar 200 orang itu adalah kantor Kejati Jatim di Jalan Achmad Yani Surabaya.

Saat melintas di rumah dinas Kajati, 200 massa ini secara spontan berhenti. Sebagaian massa langsung merangsek menuju pintu samping rumah dinas.

Saat itulah Samsul Anang dan Erwanto merusak pagar rumah dinas. Menurutnya, perusakan rumah dinas itu tanpa ada komanda dari kordinator lapangan (korlap) demonstrasi atau pihak lain.

Kedua tersangka secara spontan merusak pagar warna putih itu. Perwira asal Makassar ini memastikan pihaknya akan memproses kasus perusakan ini.

Pihaknya tidak peduli tersangka termasuk anggota organisasi masyarakat (ormas) tertentu. “Kalau mereka berbuat, kami akan menindak tegas,” tambahnya. (han)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional