pariwisata kota surabaya

2 Advokat Peradi Divonis 3,5 Tahun

  Dibaca : 177 kali
2 Advokat Peradi  Divonis 3,5 Tahun
PUTUSAN: Sidang vonis dua advokat Peradi
space ads post kiri

Sutarjo SH dan Sudarmono SH, 2 anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jatim, terdakwa perkara pemalsuan surat dan pengaduan palsu, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Jihad Arkanudin menyatakan jika terdakwa terbukti melakukan pemalsuan surat sebagaimana dalam pasal 263 KUHP. Majelis hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni terdakwa adalah seorang advokat, terdakwa mengakui perbuatannya tetapi tidak mengakui kesalahannya.

Sementara hal yang meringankan, terdakwa sopan, belum pernah dihukum dan mempunyai tanggungan keluarga.”Menyatakan kedua terdakwa secara sah dan menyakinkan terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara dengan perintah segera ditahan,” tegas hakim membacakan amar putusannya.

Namun karena terdakwa mengajukan banding, maka pelaksanaan putusan tersebut menunggu incraht. “Terdakwa langsung banding jadi nunggu putusan berkekuatan hukum tetap,” ucap Jihad ditemui usai persidangan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hari Basuki dari Kejati Jatim yang dibacakan pada sidang sebelumnya. Jaksa menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 5 tahun penjara. Atas vonis ini, pihak terdakwa dan penasehat hukumnya langsung menyatakan banding.

“Kita langsung menyatakan banding. Sebab, dalam fakta persidangan jelas terungkap jika kedua terdakwa sebagai advokat yang menjalankan profesinya yang mendapat kuasa dari kliennya tidak mendapat perlindungan hukum sesuai amanat UU No 18 tahun 2003 tentang advokat dan putusan Mahkamah Konstitusi No 26/PUU-XI/2013,” terang salah satu anggota tim penasehat hukum terdakwa, Anandyo Susetyo.(eno)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional