pariwisata kota surabaya

Hakim Nilai Laporan Korban Kadaluarsa

  Dibaca : 394 kali
Hakim Nilai Laporan Korban Kadaluarsa
TERDAKWA: Yudi Wibowo saat jalani sidang agenda putusan di PN Surabaya. (eno)
space ads post kiri

* Didakwa Memfitnah, Oknum Advokat Bebas

Advokat Yudi Wibowo, yang berkantor di Jl Kedungdoro Surabaya, selaku terdakwa perkara fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Saul Kristiono guru SMP GIKI I Surabaya, dibebaskan oleh hakim. Putusan ini dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Jihad Arkanudin pada persidangan yang digelar di ruang Candra PN Surabaya, Selasa (27/12/2016).

Hakim Nilai Laporan Korban Kadaluarsa

TERDAKWA: Yudi Wibowo saat jalani sidang agenda putusan di PN Surabaya. (eno)

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai laporan korban Saul Krisdiono yang dijadikan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marsandi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya itu telah kadaluarsa alias melewati tenggang waktu sesuai pasal 74 ayat 1 KUHP.

“Sesuai pasal tersebut, batas waktu laporan terhitung 6 bulan sejak kejadian apabila korban berdomisili di dalam negeri dan 9 bulan apabila korban berada di luar negeri. Sedangkan laporan korban baru dilaporkan sekitar 7 bulan lebih dari kejadian. Menyatakan dakwan jaksa tidak bisa diterima, mengembalikan kedudukan harkat martabat terdakwa seperti semula. Membebankan biaya perkara kepada negara,” ujar hakim Jihad membacakan amar putusannya.

Atas putusan ini, jaksa Marsandi langsung menyatakan sikap tegas untuk melakukan upaya hukuman kasasi. “Kita langsung menyatakan kasasi,” singkat jaksa Marsandi saat dikonfirmasi sesaat usai sidang.

Ia pun mengatakan bahwa putusan hakim abu-abu dan tidak terdapat unsur ketegasan. “Jika pasal 74 KUHP yang dijadikan acuan pertimbangan hakim, seharusnya hal itu masuk ke ranah materi praperadilan yang sebelumnya ditolak oleh majelis hakim itu sendiri.

Seharusnya majelis hakim juga harus bisa memilah-milah, kalau memang dakwaan tidak bisa diterima ya seharusnya saat putusan praperadilan sebelumnya dong,” tambah jaksa Marsandi.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional