pariwisata kota surabaya

Mantan Dandim Makassar Dipecat dan Dipenjara

  Dibaca : 364 kali
Mantan Dandim Makassar Dipecat dan Dipenjara
Terdakwa Kolonel Inf Jefry Oktavian Rotty saat jalani sidang putusan vonis di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya
space ads post kiri
Mantan Dandim Makassar Dipecat dan Dipenjara

Terdakwa Kolonel Inf Jefry Oktavian Rotty saat jalani sidang putusan vonis di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya

Surabaya, Memo X – Majelis hakim Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya yang diketuai Kolonel CHK Sugeng Sutrisno, menyatakan Kolonel Inf Jefry Oktavian Rotty, terdakwa perkara penyalahgunaan narkoba bersalah.

Hal itu diketahui berdasarkan putusan majelis hakim yang dibacakan pada persidangan yang digelar di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, Kamis (29/12).

“Menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara terhadap terdakwa,” ujar hakim Kolonel CHK Sugeng Sutrisno membacakan amar putusannya.

Tak hanya hukuman fisik, dalam putusan itu, hakim juga menghukum terdakwa pemecatan dari kedinasan militer. Mantan Komandan Kodim 1408/ BS Makassar ini dinilai terbukti sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan

I bagi diri sendiri. Perwira menengah Kol Jefry dijerat pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Vonis dari majelis hakim terdiri dari Kol CHK Sugeng Sutrisno (Hakim Ketua), Kol CHK Moch Afandi (Hakim Anggota I), Kol CHK Suryadi Sjamsir (Hakim Anggota II) lebih rendah dari tuntutan oditur militer Kolonel Laut (KH) Bambang Pujianto yakni pidana penjara satu tahun dan dipecat dari dinas militer.

Ulah terdakwa Kol Jefry dinilai dapat mencoreng naman institusi TNI khususnya TNI Angkatan Darat. “Akibat yang ditimbulkan dapat merusak citra TNI khususnya TNI Angkatan Darat,” katanya.

Selain itu, Kol Jefry yang waktu itu sebagai Komanda Kodim Makassar, harusnya dapat memberikan contoh yang baik dan mentaati instruksi pimpinan TNI untuk memerangi narkoba.

“Seharusnya dapat mencegah, justru terdakwa malah terlibat. Dan tidak mengindahkan arahan dan perintah pimpinan TNI,” tandasnya.

Terdakwa melakukan pesta narkoba dengan rekan-rekannya yakni Nasri, Suci (istri Nasri), Anwar, Edman dan Fitriani (teman Nasri) di ruang karaoke di Hotel d’Maleo Makassar.

Saat karaoke, mantan Dandim Makassar itu membawa botol berisikan cairan blue safir (jenis narkoba baru yang dirilis Badan Nasional Narkotika).

Zat cairan tersebut dicampurkan ke miras martel. Dengan mengkonsumsi cairan tersebut, dapat meningkatkan libido, merasa ceria dan membuat semangat berkaraoke. Padahal, cairan tersebut dapat merusak syaraf, membahayakan individu dan dapat merusak generasi bangsa. (eno/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional