pariwisata kota surabaya

Jatim Tolak Penutupan Pabrik Gula

  Dibaca : 451 kali
Jatim Tolak Penutupan Pabrik Gula
Komisi B DPRD Jatim saat mengunjungi PG Meritjan Kediri
space ads post kiri
Jatim Tolak Penutupan Pabrik Gula

Komisi B DPRD Jatim saat mengunjungi PG Meritjan Kediri

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemprov Jatim menolak rencana penutupan 9 pabrik gula di Jatim. Bahkan, saat ini pemprov membentuk tim dan mengirimkan surat ke pemerintah pusat.

Selain itu, Komisi B DPRD Jatim yang mengetahui keresahan masyarakat petani tebu langsung turun ke lapangan dan mengunjungi ke di PG Meritjan Kediri untuk mendapatkan masukan (aspirasi) yang akan diperjuangkan ke pemerintah pusat untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat.

“Secara prinsip petani tebu di daerah Kediri menolak penutupan PG Meritjan karena biaya yang akan ditanggung petani menjadi semakin tinggi dan tidak ada jaminan petani makin sejahtera,” ujar H Subianto anggota Komisi B DPRD Jatim.

Tenaga kerja (karyawan) di PG Meritjan yang berjumlah 15 ribu orang, lanjut Subianto juga tetap berharap giling (produksi). Pasalnya, jika pabrik ditutup otomatis mereka akan menganggur. “Kalau setiap pekerja itu memiliki tanggungan 5 orang dalam keluarganya maka akan ada 75 ribu orang yang hidupnya akan susah,” ungkapnya.

Menurutnya, penutupan 9 PG di Jatim otomatis akan mengurangi produktivitas gula hingga 120-140 ribu ton. Padahal dari tahun ke tahun produksi gula di Jatim terus menurun, dari 1,26 juta ton di tahun 2014 turun menjadi 1,20 juta ton pada tahun 2015 dan turun lagi menjadi 1,01 juta ton pada 2016.

“Kalau 9 PG jadi tutup maka produksi gula Jatim tinggal sekitar 800 ribu ton. Sehingga sumbangsih gula Jatim terhadap kebutuhan gula nasional juga turun dari 40% menjadi 30%,” beber Subianto

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional