pariwisata kota surabaya

Angka Kematian Ibu Masih Tinggi

  Dibaca : 566 kali
Angka Kematian Ibu Masih Tinggi
Warga konsultasi seputar reproduksi, kehamilan dan melahirkan
space ads post kiri

Angka kematian ibu saat melahirkan dan pasca melahirkan di Surabaya tiga tahun terakhir belum juga turun signifikan. Hal ini karena masyarakat kurang peduli, mereka menganggap semua kehamilan itu aman dan normal.

Angka Kematian Ibu Masih Tinggi

Warga konsultasi seputar reproduksi, kehamilan dan melahirkan

Dr Agus Sulistiyono, Ketua Satgas Penurunan Angka Kematian Ibu mengatakan, di tahun 2016, ada 35 ibu meninggal dunia, di tahun 2015 ada 39 meninggal, kemudian di 2014 ada 49 ibu meninggal dunia saat melahirkan dan pasca melahirkan.

“Di seluruh Jatim tahun 2016 ada 520 ibu meninggal, di tahun 2015 ada 531 ibu meninggal, dan di tahun 2014 ada 567 ibu meninggal. Faktornya karena masyarakat kurang peduli, dan menganggap semua kehamilan itu aman dan normal,” ungkapnya.

Untuk menurunkan angka kematian ibu, sosialisasi penyadaran pentingnya penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan gencar dilakukan. Seperti yang dilakukan Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya, di Car Free Day Jl Darmo, Minggu (15/1).

Sosialisasi ini melibatkan 100 dokter anak dan kandungan yang merupakan anggota POGI di Surabaya. Para dokter juga membuka konsultasi gratis bagi ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan yang aman.

Dr Brahmana Askandar, Ketua POGI Surabaya mengatakan, sosialisasi ini untuk menekan angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Surabaya. Konsultasi yang diberikan diantaranya seputar bagaimana mempersiapkan kehamilan dengan sehat, deteksi dini komplikasi kehamilan misalnya ibu hamil dengan penyakit jantung dan tensi meningkat.

“Setelah deteksi menyeluruh beres, barulah dilakukan pencegahan dari komplikasi. Ibu-ibu juga dianjurkan melahirkan di tempat yang tepat, khususnya pada ibu-ibu yang beresiko. Harus melahirkan di Rumah Sakit yang fasilitasnya memadahi,” kata Brahmana.

Bila digaris-bawahi, ada dua problem utama di kesehatan ibu, yakni angka kanker serviks masih tinggi untuk kandungan dan angka kematian ibu melahirkan.

“Sosialisasi ini juga melibatkan Bidan dan Puskesmas di Surabaya. Kami memberikan sosialisasi, jangan takut periksa ke Bidan mereka sudah sangat tahu porsi pemeriksaan,” pungkasnya. (hyo/ono)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional