pariwisata kota surabaya

Marketing Bank Kuras Rekening Nasabah

  Dibaca : 249 kali
Marketing Bank Kuras Rekening Nasabah
APIT: Petugas dan tersangka serta barang bukti
space ads post kiri

Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan seorang pelaku pemalsuan aplikasi pengajuan kartu kredit.

Pelaku berinisial HW (37) seorang Marketing salah satu Bank Swasta ini berhasil meraup keuntungan hingga 50 Juta dari kejahatan yang dilakukannya.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno mengatakan, dari pemalsuan aplikasi kartu kredit itu, tersangka berhasil menarik Rp 50 juta, dan digunakan untuk keperluan pribadi.

“Modus yang dilakukan, tersangka yang bekerja sebagi marketing perusahaan perbankan di Surabaya ini, mengumpulkan nama-nama nasabah bank, baik bank tempat dia bekerja maupun dari bank lain,” terang Bayu di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (18/1/2017).

Selanjutnya, dokumen-dokumen nasabah bank tersebut, ‎oleh tersangka dijadikan aplikasi permohonan kartu kredit dengan memalsukan tanda tangan para pemohon. Limit kartu kredit yang datanya dipalsukan tersangka, bervariasi. Yang paling kecil, kata Bayu, Rp 6 juta dan yang paling tinggi adalah Rp 30 juta.

“Selain itu, dokumen pribadi sales juga digunakan tersangka ‎untuk membuat kartu debit mandiri, tanpa sepengetahuan pemilik data,” ungkap Bayu. Polisi dengan satu melati di pundak ini juga menjelaskan, kartu-kartu kredit yang dipalsukan tersangka, asli keluaran bank, hanya aplikasinya yang dipalsukan.

“Jadi kartu-kartu ini asli, cuma data pemohonnya yang dipalsukan,” ucapnya. Sementara tersangka mengaku, sejak bekerja sebagai marketing di salah satu bank swasta di Surabaya setahun lalu, selain menggunakan data nasabah bank di tempat dia bekerja, tersangka juga membeli data nasabah di bank lain.

“Ada 1000 pemohon yang saya kumpulkan. Satu nama saya beli Rp 250. Tapi tidak semua nama saya ajukan. Dari 1000 nama itu, hanya dua yang saya ajukan. Ini sudah saya lakukan hampir satu tahun ini,” aku tersangka HW.

Dan dari dua kartu kredit itu, tersangka mengaku berhasil menarik Rp 50 juta. “Uangnya saya pakai bayar utang, dan keperluan hidup,” dalihnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti tujuh kartu kredit dari Bank Mega, CIMB Niaga, HSBC, Bukopin, dan ANZ.

Kemudian 14 kartu debit dari Bank Mandiri, Danamon DAN CIMB Niaga, serta belasan dokumen permohonan palsu dan barang bukti lain. Selanjutnya, tersangka akan dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (rhm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional