pariwisata kota surabaya

Kontrak Rumah, Tewas Digancu

  Dibaca : 561 kali
Kontrak Rumah, Tewas Digancu
REMUK: Korban tewas
space ads post kiri

Pembunuhan brutal terjadi di Jl Karah II/35 Surabaya. Seorang pria tewas setelah kepala belakangnya digancu, Jumat (11/3). Tidak beberapa lama, pelaku pembunuhan tersebut sudah tertangkap.

“Kami menerima laporan ada pembunuhan. Kami tindak-lanjuti dan pelaku sudah kami amankan,” ujar Kapolsek Jambangan Kompol Danny Yulianto kepada wartawan di lokasi kejadian.

Danny mengatakan, korban adalah Suyanto (57) warga Jl Karah IV/72B. Sementara pelaku disebut Danny berinisial S yang diketahui bernama Soekisno (63). Soekisno adalah pemilik rumah tempat pembunuhan terjadi.

Suyanto, kata Danny, ditemukan tewas oleh warga di ruang tamu dan terlihat kondisinya mengenaskan. Suyanto ditemukan tewas dalam keadaan tertelungkup bersimbah darah dengan gancu masih menancap di bagian  belakang kepalanya.

Warga kemudian melapor ke Polsek Jambangan yang tak jauh dari lokasi kejadian. Polisi yang segera datang ke lokasi segera mengumpulkan informasi yang diperlukan. “Kami segera mencari pemilik rumah yang awalnya kami duga sebagai pelaku,” kata Danny.

Soekisno akhirnya ditemukan tidak lama kemudian sedang duduk santai di Sentra PKL Karah. Soekisno ditangkap tanpa perlawanan. Ternyata memang benar Soekisno adalah pelaku pembunuhan tersebut.

Diketahui,  korban Suyanto sebelumnya tinggal di Jl Karah IV/72B. Kabarnya Suyanto baru saja menikah dan akan mencari kontrakan atau kos guna berpisah dengan keluarga besarnya yang tinggal di Karah IV.

Suyanto sendiri disebut sudah tinggal di rumah bercat biru itu selama 3 hari. Selama 3 hari itulah Suyanto membereskan dan membersihkan rumah yang akan dikontraknya.  

“Kabarnya korban sudah bayar uang muka Rp 1 juta,” lanjut Bari, salah satu warga yang berdekatan dengan rumah pelaku.

Tidak ada yang tahu benar bagaimana peristiwa itu terjadi. Bahkan Bari tak mendengar suara apa-apa baik pada malam hari atau dini hari saat kejadian berlangsung.

Diduga pembunuhan itu terjadi pada dini hari. Diduga Suyanto digancu saat sedang tidur. Pembunuhan itu diduga terjadi saat dini hari. Hal itu terlihat dari mayat yang belum membusuk. Selain itu, darah yang menggenang sebagian sudah mengering.

Soekisno yang membunuh Suyanto dikenal sebagai pribadi yang temperamental. Suyanto dikenal pula sebagai orang yang mempunyai gangguan jiwa.

“Kabarnya memang begitu (menderita gangguan jiwa). Pelaku dikatakan berobat secara berkala di rumah sakit jiwa. Tetapi kami belum menemukan bukti resmi mengenai hal itu,” ujar Kompol Danny.

Kompol Danny Yulianto kepada wartawan, mengakui berdasarkan keterangan warga kalau pelaku mempunyai gangguan jiwa.

SAKIT JIWA: Pelaku Soekisno.

SAKIT JIWA: Pelaku Soekisno. (Andi Mulya)

”Kondisi mental dan kejiwaan Soekisno yang terganggu juga dibuktikan saat Soekisno ditangkap. Polisi menemukan Soekisno sedang duduk santai di Sentra PKL Karah Agung. Dia tenang-tenang saja dan tidak merasa jika dia baru saja melakukan pembunuhan. Untunglah Soekisno tidak melawan saat ditangkap,” ujarnya.

Soekisno pernah dua kali menghuni sel tahanan. Pria 63 tahun itu pernah berurusan dengan polisi dalam kasus penganiayaan yang dilakukannya. “Pernah dua kali bermasalah. Kasus penganiayaan,” pungkasnya. (and)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional